Minggu, 13 April 2014

ADLERIAN THERAPY



BAB I
PENDAHULUAN



1.1  LATAR BELAKANG
Adlerian
Psikoanalisis dan psikologi analitis sangat dipengaruhi oleh pandangan positivistic yang mendasari fisika dan biologi pada abad ke-19. Manusia dipikirkan sebagai system kompleks energy yang memelihara diri dengan berhubungan dengan dunia luar, dengan tujuan mempertahankan diri dan jenis menurut hokum evolusi. Disamping pikiran diatas, pikiran lain yang dipengaruhi oleh sosiologi dan antropologi yang sedang berkembang pesat pada masa itu. Menurut ilmu-ilmu social, manusia adalah makhluk social dari pada mkhluk biologis.
Sedikit demi sedikit pandangan ini masuk dalam psikologi dan mulai mendewasakan psikologi, yang akhirnya mempengaruhi pula teori kepribadian. Salah satu teori kepribadian yang memakai cara pendekatan psikologi social adalah Individual Psychologie yang didirikan oleh Alfred Adler.
Psikologi individual mempunyai arti yang penting sebagai cara untuk memehami tingkah laku manusia. Pengertian seperti gambar semu, rasa rendah diri, kompensasi, gaya hidup, diri yang kreatif memberi pedoman penting untuk memahami sesama manusia. Aliran ini tidak memberikan susunan yang teliti mengenai struktur dinamika, serta perkembangan kepribadian, tetapi mementingkan perumusan untuk memahami sesama manusia.
1.2  RUMUSAN MASALAH
Adapun beberapa permasalahan yang akan di bahas dalam makalah ini, antara lain:
1.      Jelaskan tentang bografi Alfred Adler?
2.      Bagaimana perkembangan teori Adlerian Therapy?
3.      Bagaimana hakekat manusia menurut teori Adlerian Therapy?
4.      Apa saja konsep pokok dalam teori Adlerian Therapy?
5.      Bagaimana urut-urutan kelahiran dan hubungan adik kakak menurut teori Adlerian Therapy?
6.      Sebutkan  karakteristik dasar konseling menurut teori Adlerian Therapy?
7.      Bagaimana peranan konselor dan konseli menurut teori Adlerian Therapy?
8.      Bagaimana hubungan konselor dan konseli menurut teori Adlerian Therapy?
9.      Apa tujuan Adlerian Therapy?
10.  Bagaimana teknik teori Adlerian Therapy?
11.  Jelaskan  proses konseling teori Adlerian Therapy?
12.  Bagaimana pengaplikasian teori Adlerian Therapy?
13.  Bagaimana psikoterapi teori Adlerian Therapy?
14.  Apa saja kekurangan dan kelebihan teori Adlerian Therapy?

1.3  TUJUAN PENULISAN
Sebagaimana yang telah dirumuskan di atas dalam rumusan masalah, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui perkembangan teori Adlerian Therapy.
2.      Untuk mengetahui hakekat manusia menurut teori Adlerian Therapy.
3.      Untuk mengetahui konsep-konsep pokok dalam teori Adlerian Therapy.
4.      Untuk mengetahui urut-urutan kelahiran dan hubungan adik kakak menurut teori Adlerian Therapy.
5.      Untuk mengetahui karakteristik dasar konseling menurut teori Adlerian Therapy.
6.      Untuk mengetahui peranan konselor dan konseli menurut teori Adlerian Therapy.
7.      Untuk mengetahui hubungan konselor dan konseli menurut teori Adlerian Therapy.
8.      Untuk mengetahui tujuan Adlerian Therapy.
9.      Untuk mengetahui teknik teori Adlerian Therapy.
10.  Untuk mengetahui proses konseling teori Adlerian Therapy.
11.  Untuk mengetahui pengaplikasian teori Adlerian Therapy.
12.  Untuk mengetahui psikoterapi teori Adlerian Therapy.
13.  Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan teori Adlerian Therapy.

1.4  MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan makalah ini, sebagai berikut:
1.      Setelah makalah ini disusun, diharapkan dapat bermanfaat nantinya dan juga digunakan sebagai masukan oleh dosen dan juga mahasiswa.
2.      Agar dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang teori konseling behavioral.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1  BIOGRAFI
Alfred adler lahir di pinggiran Wina pada tanggal 7 februari 1870 sebagai anak ke tiga dari seseorang pengusaha yahudi, sewaktu kecil, Alfred adler sering sakit-sakitan sehingga ia baru bisa berjalan pada usia empat tahun. Ketika berusia lima tahun, dia nyaris tewas akibat pneumonia. Pada usia inilah dia memutuskan untukjadi seorang fisikawan.
Saat sekolah Alfred adler adalah seorang anak dengan kemampuan rata-rata dan menyenangi permainan diluar ruangan dari pada berdiam diri diruang kelas. Dia sering keluar rumah, dikenal luas teman-temannya dan aktif. Salah satu penyebab dia terkenal diantara teman-temannya adalah karena dia ingin menyaingi kakaknya, Sigmund.
Adler menerima ijasah kedokteran dari Universitas of Vienna pada tahun 1895. selama kuliah, dia bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa sosialis, dan disinilah dia berkenalan dengan gadis yang kelak jadi istrinya, Raissa Timofeyewna Epstein. Raissa adalah seorang gadis pintar dan aktivis social yang dating dari Rusia untuk belajar di Wina. Mereka menikah pada tahun 1987 dan di karuniai empat orang anak, 2 diantaranya kemudian menjadi psikiatris.

2.2  PERKEMBANGAN TEORI
Adler memulai karirnya sebagai seorang optomologis, tetapi kemudian beralih pada praktik umum biasa dan membuka praktek bagi masyarakat bawah di wina, tepatya di dekat prader sebuah tempat percampuran antara teman bermain dan sirkus. Para klienya termasuk anggota kelompok sirkus. Kekuatan dan kelemahan anggota sirkus inilah yang membuatya bisa menyetuskan konsep tentang inferioritas organ dan konpensansi.
Adler kemudian beralih pada psikiatri dan pada tahun 1907 dia bergabung pada kelompok diskusi freud. Setelah menulis beberapa makalah tentang inferioritas organic, yang sedikit sejalan dengan pendapat freud, maka untuk pertama kalinya dia menulis makalah tentang insting perusak yang tidak di sepakati Freud secara metaforis, bukan secara harfiah sebagaimana yang dimangsut Freud. Walaupun freud mengangkat Adler sebagai presiden Viennese Analytic Society dan ko-editor pada penerbit berkala organisasi ini, Adler tetap mengkritik pandangan Freud.
Selama perang Dunia I, Alfred Adler bertugas sebagai fisikawan dalam Angkatan Bersenjata Australi, yang tugas awalnya berada digaris depan yang berbatasan dengan Rusia dan kemudian di rumah sakit anak-anak. Dia dia telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri seperti apa akibat buruk peperangan, dan inilah dan membawa pemikiranya kearah konsep kepentingan social. Dia berpendapat bahwa kala kemanusiaan masih ingn dipertahankan, manusia harus mengubah cara hidupnya.
Setelah perang usai, Alfred Adler terlibat dalam berbagai peroyek, termasuk klinik-klinik yang didiriokan di sekolah-sekolah negri dan melatih para guiru. Tahun 1926, dia pergi ke Amerika serikat untuk mengajar dan menerima jabatan sebagai professor tamu di Long Island Colleg of Medicine. Tahu 1934, dia dan keluarganya meninggalkan Wina untuk selama-lamanya.
Alfred Adler pada mulanya adalah seorang anggota psikoanalisis lalu memisahkan diri dari Freud, karena tidak setuju dengan konsep psikoanalisis, Adler membentuk aliran baru yang dinamakan individual psychology sebagai suatu system yang komparatif dalam memahami individu dalam kaitannya dengan lingkungan sosial. Adler tidak setuju dengan konsep dorongan seks sebagai satu-satunya dorongan yang utama dalam kehidupan manusia.
Perbedaan prinsip Adler dengan Freud yaitu:
1.      Freud memandang kehidupan yang sehat adalah kemampuan mencintai dan berkarya.bagi adler masalah hidup bersifat sosial.fungsi hidup sehat bukan hanya mencintai dan berkarya.tetapi jega merasakan kebersamaan dengan orang lain dan mempedulikan kesejahteraan meraka.Freud mementingkan sex,Jung menekankan pola pemikiran primordial sedangkan Adler menekankan minat sosial.
2.      Freud memandang kepribadian sebagai proses biologi mekanistik sedang Adler termasuk pelopor ego kreatif.Ego adalah sistem subjektif yang sangat dipersonifikasikan,yang menginterpetasikan dan membuat pengalaman organisme menjadi penuh makna.ego juga aktif mencari dan menciptakan pengalaman baru untuk membantu pemenuhan gaya hidup pribadi yang unik.
3.      Adler menekankan adanya keunikan pribadi.setiap pribadi merupakan konfigurasi unik dari motif-motif,sifat,minat,dan nilai-nilai,setiap perbuatan dilakukan secara khas gaya hidup orang itu.
4.      Adler memandang kesadaran sebagai pusat kepribadian,bukan ketidaksadaran.
5.      Adler keras berpendapat bahwa semua kehidupan selalu bergerak.
Bagi Adler,manusia itu lahir dalam keadaan tubuh yang lemah dan tak berdaya kedua itu yang menimbulkan perasaan inferiorita dan ketergantungan kepada orang lain. Psikologi individual memandang individu sebagai makhluk sosial.

2.3  HAKIKAT MANUSIA ADLERIAN THERAPY
Menurut Adler manusia tidak dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian, manusia sebagai suatu keseluruhan, dan sebagai suatu kesatuan yang unik. Adler mengemukakan bahwa motif utama yang merupakan dorongan hidup adalah superioritas dan kekuatan. Adler melihat bahwa kejantanan (masculine) adalah identik dengan superioritas sedangkan kewanitaan (feminin) adalah interioritas. Sesuai dengan dorongannya untuk hidup maka baik pria maupun wanita menuju superioritas. Alasan utamanya karena manusia pada saat dilahirkan dalam keadaan interioritas dalam keadaan lemah, perlu bantuan orang lain dan hidupnya tergantung pada orang di sekitarnya. Adler juga melihat adanya pengaruh situasi keluarga terhadap perkembangan pribadi seorang anak, antara lain urutan dalam kelahiran, anak tunggal, anak bungsu, mempunyai kepribadian yang khas. Demikian pula iklim keluarga mempengaruhi kepribadian seseorang. Pada usia yang sangat dini (4 atau 5) tahun menurut Adler anak sudah membentuk pedoman untuk hidup (life style) yang relatif tetap.
Menurut Adler masalah hidup selalu bersifat sosial. Fungsi hidup sehat bukan hanya mencintai dan berkarya tetapi juga merasakan kebersamaan dengan orang lain dan memperdulikan kesejahteraan mereka. Manusia dimotivasi oleh dorongan sosial, bukan dorongan seksual. Cara orang memuaskan kebutuhan seksual ditentukan oleh gaya hidupnya, bukan sebaliknya dorongan seks yang mengatur tingkah laku. Dorongan sosial adalah sesuatu yang di bawa sejak lahir, meskipun kekhususan hubungan hubungan dengan orang dan pranata sosial ditentukan oleh pengalaman bergaul dengan masyarakat.
Bagi Adler, manusia itu lahir dalam keadaan tubuh yang lemah, tak berdaya. Kondisi ketidakberdayaan itu menimbulkan ketergantungan kepada orang lain. Psikologi individual memandang individu sebagai makhluk yang saling tergantung secara sosial. Perasaan bersatu dengan orang lain (interes sosial) ada sejak manusia dilahirkan dan menjadi syarat utama kesehatan jiwa.
Rincian pokok teori Adler mencakup enam hal berikut:
1.      Satu-satunya kekuatan dinamik yang melatar belakangi aktivitas manusia adalah perjuangan untuk sukses.
2.      Persepsi subyektif individu membentuk tingkah laku dan kepribadian.
3.      Semua fenomena psikologis disatukan di dalam diri individu dalam bentuk self.
4.      Manfaat dari aktivitas manusia harus dilihat dari sudut pandang interes sosial.
5.      Semua potensi manusia di kembangkan sesuai dengan gaya hidup.
6.      Gaya hidup dikembangkan melalui kekuatan kreatif individu.

2.4  KONSEP  ADLERIAN THERAPY
Dalam terapi ini perhatian utama diberikan pada kebutuhan seseorang untuk menempatkan diri dalam kelompok sosialnya. Ketiga konsep pokok dalam terapi ini adalah rasa rendah diri(inferiority feeling), usaha untuk mencapai keunggulan (strivng for superiority), dan gaya hidup perseorangan (a person’s lifestyle).

2.5  URUTAN-URUTAN KELAHIRAN DAN HUBUNGAN ADIK KAKAK
Pendekatan Adler adalah unik dalam hal memberikan perhatian khusus kepada hubungan adik kakak dan posisi seseorang dalam satu keluarga. Adler mengidentifikasi lima posisi psikologis: sulung, kedua dari orang anak, di tengah, bungsu, dan anak tunggal. Adler memandang sebagian besar problem manusia itu bersifat social, maka mereka memberi tekanan pada hubungan antar keluarga.
1.                  Anak sulung, biasanya mendapat perhatian besar dan selama beberapa saat dia menjadi anak tunggal, dia dimanjakan sebagai pusat perhatian. Dia cenderung ubtuk bisa dipercaya dan pekerja keras dan berusaha untuk bisa tetap didepan. Namun, apabila lahir adik lak-laki atau perempuan, dia merasa dirinya tercampak keluar dari pusat perhatian. Dia tidak lagi unik atau istimewa. Dia mungkin siap berfikir si pendatang baru akan merebut cinta kasih yang selama ini dia sudah terbiasa mendapatkannya.
2.                  Anak kedua ada pada posisi berbeda. Dari saat dilahirkan, perhatian yang diterima sama-sama dinikmati dengan anak lain. Biasanya anak kedua berlaku seperti ia selalu berlomba adu cepat dan selalu dalam kancah latihan untuk bisa lebih cepat dari kakaknya. Perjuangan yang kompetitif antara kedua anak ini memberi pengaruh pada kehidupan di kemudian hari. Anak kedua ini, mengembangkan sifat untuk mencari kelemahan kakaknya selanjutnya untuk maju dan mendapat pujian dari ayah bunda dan guru dengan mendapatkan sukses yang tidak bisa dipercayai oleh kakanya. Anak kedua biasanya berlawanan dengan anak pertama.
3.                  Anak di tengah sering merasa disingkirkan. Dia ada kemungkinan merasa yakin tentamg ketidakadilan hidup ini dan merasa dicurigai. Orang ini bisa mengambil sikap kasihan pada diri sendiri dan bisa menjadi “problem child”.
4.                  Anak bungsu selalu menjadi buah hati keluarga dan cenderung menjadi anak yang paling dimanja. Ia memiliki peranan istimewa karena semua saudara-saudaranya telah mendahuluinya. Anak bungsu cenderung untuk mengembangkan sikap yang membuatnya seperti yang lain akan membangun hidupnya seperi dirinya. Anak bungsu cenderung untuk mengambil jalan sendiri. Mereka sering mengembangkan cara yang tidak terpikirkan oleh keluarganya.
5.                  Anak tunggal memiliki problema sendiri. Dia memiliki beberapa sifat seperti anak sulung. Dia tidak belajar berbagai rasa atau bekerjasama dengan anak-anak lain tetapi ia belajar bergaul dengan baik dengan orang dewasa. Anak tunggal biasanya dimanjakan oleh ibunya. Dan selalu ingin ada pusat perhatian apabila kedudukan itu mendapat tantangan maka ia mersakan sebagai ketidak adilan. Pada usia dewasa nantia apbila dia tidak lagi menjadi pusat perhatian dia cenderung untuk menemui banyak kesulitan.

2.6  KARAKTERISTIK DASAR KONSELING ADLERIAN THERAPY
Pokok-pokok teori Adler adalah:
1.      Finalisme fiktif
Adler menemukan ide bahwa manusia lebih dimotivasi oleh harapan-harapannya tentang masa depan dari pada pengalaman-pengalaman masa lampaunya. Tujuan-tujuan ini tidak ada dimasa depan sebagai bagian dari rancangan telelogis, melainkan hadir secara subjektif atau secara mental disini dan dalam bentuk perjuangan-perjuangan secara cita-cita yang mempengaruhi tingkahlaku sekarang.
Tujuan final dapat berupa fiksi, yakni suatu cerita-cerita yang tidak mungkin direalisasikan, kendatipun demikian merupakan pelecut yang sungguh-sungguh nyata kea rah perjuangan manusia dan penjelasan terakhir tentang perilaku.
2.      Individualitas sebagai pokok persoalan
Setiap orang adalah suatu konfigurasi motif-motif, sifat-sifat serta nilai-nilai yang khas, tiap tindak yang dilakukan seseorang membawakan corak khas gaya kehidupan yang bersifat individual.
3.      Pandangan Telelogis : Finalisme semu
Bahwa manusia hidup dengan berbagai macam cita-cita atau fikiran yang semata-mata bersifat semu, yang tidak ada buktinya atau pasangannya dalam realitas.
4.      Dua Dorongan Pokok
Dalam diri manusia terdapat dua dorongan pokok, yang mendorong serta melatar belakangi segala tingkah lakunya, yaitu:
a.       dorongan kemasyarakatan yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada masyarakat
b.      dorongan keakuan, yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada aku sendiri.
5.      Rasa Rendah diri dan Kompensasi
6.      Dorongan Kemasyarakatan
Misalnya berwujud kapercisi, hubungan sosial, hubungan antar pribadi, mangikat diri dengan kelompok, dsb. Dorongan kemasyarakatan bermanfaat membantu masyarakat guna mendapat tujuan masyarakat yang sempurna.
7.      Perilaku sebagai yang memiliki tujuan yang berorientasi pada sasaran
Psikologi individual berasumsi bahwa semua perilaku manusia itu memiliki maksud. Adler tertarik pada masa depan, tanpa mengecilkan arti pentingnya pengaruh masa lampau. Mereka berasumsi bahwa keputusan itu didasarkan pada pengalaman orang dimasa lampau, pada situasi masa kini dan pada arah kemana orang mau pergi. Mereka mencari kesinambungan dengan jalan memperhatikan tema-tema yang berlaku dalam kehidupan seseorang. Oleh karena adanya tujuan akhir ini kita mempunyai kekuatan kreatif untuk memilih apa yang akan menginterpretasi suatu peristiwa
8.      Perjuangan untuk menjadi penting dan superiorita
Adler menekankan bahwa perjuangan untuk mendapatkan kesempurnaan dan menangani inferioritas dengan jelas mendapatkan penguasaan adalah sifat bawaan. Menurut Adler, saat kita mengalami inferioritas, kita didorong untuk berjuang mendapatkan superioritas. Dia berkeyakinan bahwa, tujuan mendapatkan sukses mendorong orang kedepan menuju ke penguasaan dan menyebabkan orang itu mampu mengatasi hambatan. Namun, perlu dicatat bahwa superioritas seperti yang digunakan Adler, bukanlah berarti lebih tinggi dari potensi yang dimiliki sebelumnya. Superioritas adalah perjuangan dari derajat yang rendah ke yang lebih tinggi atau dari yang minus ke yang plus. Kita mengatasi perasaan ketidakberdayaan ke perjuangan untuk mendapatkan kompetensi, penguasaan dan kesempurnaan.
9.      Gaya hidup (style of life)
Adalah cara unik dari setiap orang dalam berjuang mencapai tujuan khusus yang telah di tentukan orang itu dalam kehidupan tertentu di mana dia berada. Gaya hidup tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intrinsik dan lingkungan obyektif, tetapi dibentuk oleh anak melalui pengamatannya dan interpretasinya terhadap keduanya.
10.  Diri yang kreatif
Diri yang kreatif adalah kekuatan ketiga penggerak utama yang paling menentukan perilaku yang membawahi dua kekuatan (kekuatan pertama : heredity, dan kekuatan kedua: lingkungan).

Adler percaya bahwa apa yang terjadi pada diri seseorang individu di masa dewasa sangat dipengaruhi oleh enam tahun pertama kehidupan. Fokus Adler tidaklah sekedar pada menggali peristiwa di masa lalu, melainkan ia tertarik pada persepsi seseorang pada masa lalu dan bagaimana interpretasinya pada masa lalu itu memiliki pengaruh yang berkelanjutan. Adler memberikan tekanan pada penentuan suatu pilihan dan pertanggungjawaban, makna hidup, dan perjuangan untuk mencapai sukses atau kesempurnaan. Menurutnya manusia tidaklah sekedar ditentukan oleh keturunan dan lingkungan, melainkan oleh kemampuan mereka untuk mempengaruhi serta menciptakan peristiwa.
Adler berpendapat, setiap orang memiliki kekuatan untuk bebas menciptakan gaya hidupnya sendiri-sendiri. Kekuatan diri kreatif itu membuat setiap manusia menjadi manusia bebas bergerak menuju tujuan terarah.

2.7  PERANAN KONSELOR DAN KONSELI
Fungsi utama dari terapis adalah membuat penilaian yang komprehensif pada berfungsinya klien. Terapis mengumpulkan informasi tentang keluarga klien. Dari informasi ini terapis bisa mendapatkan perspektif mengenai wilayah utama dari sukses serta kegagalan. Konselor menggunakan kenang-kenangan pada masa dini sebagai alat diagnosis. Kenang-kenangan adalah yang berupa peristiwa tunggal dimasa anak-anak yang bisa kita alami kembali. Kenang-kenangan ini memberikan gambaran singkat tentang bagaimana kita melihat pada diri kita sendiri dan orang lain dan apa yang kita antisipasikan di masa depan. Setelah kenang-kenangan masa dini ini dirangkum dan diintepretasikan maka terapi pun mengidentifikasi beberapa dari sukses dan kekeliruan dalam hidup si klien. Tujuannya adalah untuk menyediakan titik tolak dalam usaha-usaha terapeutik.
Dengan cara perangkuman, dalam hal pembuatan penilaian diagnosis, maka terapis mengambil saripati pola utama yang nampak dalam kuesioner tentang gambaran kepribadian dasar klien. Setelah itu dengan jalan menginterpretasi kenang-kenangan dini merekapun memperoleh arti tentang pandangan hidup si klien sekarang. Aspek-aspek yang keliru dalam tujuan hidup klien di identifikasikan dengan membandingkan apa yang di yakini sekarang dan kerangka konsep interes sosial. Setelah proses itu selesai konselor dan kliennya memiliki sasaran terapi.
2.8  HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI
Aliran Adler menganggap hubungan baik antara klien/terapis itu adalah yang keduanya berkedudukan sederajat yang didasari pada kerjasama, saling percaya, saling menghormati, saling menjaga rahasia, dan keselarasan sasaran. Klien tidak dipandang sebagai penerima yang pasif melainkan anggota dari kelompok yang aktif dalam hubungannya dengan kelompok lain yang sederajat dimana tidak ada pihak yang berkedudukan lebih tinggi dan rendah. Adler menekankan pada hubungan face to face contact antara konselor dan klien. Adler menekankan hubungan antara faktor-faktor minat sosial dan faktor life style yang perlu dijadikan dasar dari terapi yang dilaksanakan. Proses terapi pada dasarnya adalah membantu klien agar sadar akan life style mereka yang unik.
Hubungan Pertolongan meliputi:
1.      Membentuk dan memelihara hubungan yang baik dengan klien
2.      Mengumpulkan data mengenai klien, agar mengetahui konsep style of life klien. Data tersebut yang berhubungan dengan pembentukan style of life pada usia muda, situasi keluarga, dan bagaimana klien mengekspresikan pengalaman-pengalaman tersebut sekarang, bagaimana hubungan kakak/adik kandung, demikian juga tentang mimpi-mimpinya.
3.      Interpretasi, pengertian tentang style life klien diberitahukan kepada klien. Konselor mendengarkan reaksi klien.
4.      Rekonstruksi aktif, konselor mengarahkan klien secara aktif terhadap alternatif-alternatif pemecahan mengenai masalah dirinya dan lingkungannya. Penyembuhan disebabkan oleh gambaran yang matang tentang dunianya.
5.      Dalam hubungan yang face to face relation, dialog diusahakan suatu reedukasi (pendidikan kembali), proses sosialisasi seorang individu dan memperbaiki kepercayaan klien terhadap dirinya sendiri.

2.9  TUJUAN KONSELING ADLERIAN THERAPY
Tujuan konseling Adler meliputi:
1.      Mendorong adanya interes social
2.      Menolong klien mengatasi perasaan patah semangat dan rendah diri
3.      Memodifikasi pandangan klien pada sasaran, yaitu dengan mengubah gaya hidup mereka
4.      Mengubah motivasi yang keliru
5.      Membantu klien merasakan kesamaan derajat dengan orang lain
6.      Membantu orang menjadi anggota masyarakat yang ikut memberikan sumbangan
7.      Klien harus mencapat insight tentang kesalahan style of life mereka, menghadapi makanisme superioritas mereka dan memperbaiki minat social
2.10          TEKNIK KONSELING ADLERIAN THERAPY
1.      Tindakan langsung.
Tindakan penanganan terhadap apa yang terjadi pada sesi konseling berlangsung.
2.      Niat paradoksal.
Suatu cara untuk merubah perilaku. Esensinya bahwa teknik ini menggabungkan diri dengan menentang konseli dan bukan melawannya. Teknik ini bersifat empati, pembangkit semangat dan humor serta menjurus ke minat social yang semakin meningkat. Adler menggunakan strategi paradoksal untuk menangani insomnia dan ketegangan.
3.      Berandai-andai
Terapis dapat menciptakan situasi bermain dimana klien membayangkan dan melakukan sesuatu yang ingin mereka lakukan. Mereka bisa di dorong semangatnya untuk memerankan apa yang ada di angan-angannya paling tidak selama seminggu, hanya untuk mengetahui apa yang akan terjadi.
4.      Menuang tuba ke dalam mangkuk susu klien
Konselor menentukan usaha dan imbalan dari suatu perilaku untuk kemudian memorak morandakan dengan jalan mengurangi kemanfaatan perilaku itu di depan mata konseli.
5.      Menangkap diri sendiri
Dalam proses menangkap diri sendiri, konseli menjadi sadar bahwa ia berperilaku menghancurkan diri sendiri atau memiliki gagasan yang tradisional tetapi tidak mlakukan usaha menyalahkan dirinya sendiri. Mula-mula konseli mungkin terhambat menangkap dirinya sendiri, yaitu setelah terbelit oleh pola lama. Melalui latihan, mereka bisa belajar mengantisipasi peristiwa sebelum itu terjadi.
6.      Menekan tombol
Teknik tekan tombol mencakup menyuruh konseli membanyangkan pengalaman yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan secara bergantian, keudian menaruh perhatian pada perasaan yang menyertai pengalaman itu. Konseli diminta untuk memutar kembali peristiwa yang terakhir dan menambahkannya dengan perasaan yang diciptakan sebagai hasil akhir dari suatu pemikiran. Konselor menyuruh konseli untuk kembali pulang dengan bekal dua buah tombol (tombol depresi dan tombol bahagia) dan konseli bisa memilih mana yang akan di tekan kalau nanti menemui suatu peristiwa. Tujuan teknik ini adalah mengajar konseli bahwa sesungguhnya ia bisa menciptakan perasaan apapun yang diinginkan dengan jalan menetapkannya dalam pikirannya.
7.      Tidak mau menjadi anak cengeng
Konseli pergi ke kegiatan konseling dengan berbekalkan pola menaklukkan diri sendiri yang dilakukan nya sehari-hari. Mereka mungkin terkait suatu asumsi yang keliru karena prasangka seperti itu memang ada akibatnya. Mereka akan beranggapan bahwa hanya konselor yang peduli dengannya dan bisa menolongnya. Asumsi seperti itu harus dihilangkan, karena peran seorang konselor adalah memandirikan konseli.
8.      Menyediakan tugas dan komitmen
Dalam pengambilan langkah kongkrit untuk menyelesaikan problema, konseli perlu menyediakan tugas dan berkomitmen dengan tugas tugas itu. Rencanapun harus disusun untuk jangka waktu yang tak terbatas. Dengan jalan ini, konseli bisa berhasil dalam melakukan beberapa tugas yang spesifik dan mereka bisa menembangkan rencana baru dengan penuh percaya diri.
9.      mengakhiri dan merangkum
Konselor tidak boleh mengambila materi baru pada suatu sesi menjelang berakhir, melainkan, konselor menolong konseli untuk mengkaji ulang apa yang telah dipelajari. Kaji ulang itu merupakan waktu yang tepat untuk mendiskusikan “pekerjaan rumah” yang berorientasi pada perbuatan yang bisa dilakuakn dalam seminggu.

2.11          PROSES KONSELING ADLERIAN THERAPY
Proses konseling terapi Adlerian dapan dilakukan sebagai berikut:
1.                  Konselor mengumpulkan informasi tentang kehidupan konseli dimasa sekarang dan dimasa lampau sejak berusia sangat muda, antara lain berbagai peristiwa dimasa kecil yang masih diingat, urtan kelahiran dalam keluarga, impian-impian dan keanehan dalam perilaku.
2.                  Dari semua informasi, konselor menggali perasaan rendah diri pada konseli yang bertahan sampai sekarang dan menemukan segala usahanya untu menutupi perasaannya itu melalui suatu bentuk kompensasi, sehingga mulai tampak gaya hidup perseorangan.
3.                  Konselor membantu konseli untuk mengembangkan tujuan-tujuan yang lebih membahagiakan bagi konsei dan merancang suatu gaya hidup yang lebih konstruktif.
2.12          APLIKASI ADLERIAN THERAPY
1.                  Aplikasi pada pendidikan
Adler ada minat yang mendalam pada pengetrapan gagasannya pada pendidikan, terutama dalam mencari jalan untuk mengobati gaya hidup yang keliru dari pelajar. Dia memulai suatu proses untuk bekerja dengan siswa dalam kelompok dan untuk mendidik orang tua dan guru. Dengan membekali guru dengan cara-cara untuk mencegah dan membetulkan kesalahan dasar dari anak-anak, ia mencari untuk mempromosikan minat sosial dan kesehatan mental pada anak-anak, ia mencari dan mempromosikan minat sosial dan kesehatan mental pada anak-anak. Di sekolah, program akademik anak-anak diindividualisasikan dengan siswa diberi peluang untuk memilih bidang studi mereka. Kurikulum terdiri dari program akademik tradisional, program sosialisasi dan program kreatif.

2.         Aplikasi pada orang tua
Orang tua diajarkan tentang prinsip dasar tentang perilaku dari Adler yang bisa dipraktekkan di rumah. Topik permulaan mencakup pemahaman tentang tujuan dari kenakalan anak-anak, belajar mendengarkan, menolong anak-anak agar bisa menerima konsekuensi dari perilakunya, mengadakan pertemuan keluarga dan menggunakan dorongan semangat.
3.                  Aplikasi pada konseling perkawinan
Terapi perkawinan aliran Adler dirancang untuk menilai apa yang dipercayai oleh pasangan suami istri dan perilakunya bersamaan dengan mendidik mereka dengan cara yang efektif untuk bisa mencapai sasaran mereka.
Beberapa butir dari teknik ini adalah mendengarkan, menceritakan kembali, memberikan umpan balik, mengadakan musyawarah, mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam konseling perkawinan dan pendidikan perkawinan pasangan di ajar teknik yang spesifik yang dapat memacu komunikasi dan kerjasama.
4.      Aplikasi pada konseling keluarga
Suasana dalam keluarga adalah iklim yang mewarnai hubungan antara orang tua dan sikap mereka terhadap hidup, peran seks, kerja sama, menangani konflik, pertanggungjawab. Mereka yang mempraktekkan terapi keluarga aliran Adler berusaha untuk memahami sasaran, keyakinan, dan perilaku setiap anggota keluarga sebagai suatu kesatuan sesuai dengan haknya.
5.                  Aplikasi pada tugas kelompok
Terapi kelompok dalam praktek psikiatri sebagai cara untuk menghemat waktu. Dengan segera menemukan beberapa sifat unik dari kelompok yang menjadikannya suatu cara yang efektif untuk menolong orang agar bisa berubah.
6.                  Keadaan keluarga
Dalam terapi Adler hampir selalu menanyai kliennya mengenai keadaan keluarga, yakni urusan kelahiran, jenis kelamin dan usia saudara-saudara sekandung. Bahasan mengenai keluarga dapat dijadikan pertimbangan bagi orang tua dalam mengasuh anak-anaknya. Adler mengembangkan teori urutan lahir, didasarkan pada keyakinannya bahwa keturunan, lingkungan dan kreativitas individual bergabung menentukan kepribadian. Dalam sebuah keluarga, setiap anak lahir dengan unsur genetik yang berbeda masuk ke dalam seting sosial yang berbeda dan anak-anak itu menginterpretasi situasi dengan cara yang berbeda. Karena itu penting untuk melihat urutan kelahiran (anak pertama, kedua, dan seterusnya) dan perbedaan cara orang menginterpretasi pengalamannya.

2.13          PSIKOTERAPI
Menurut Adler, psikopatologi merupakan akibat dari kurangnya keberanian, perasaan inferior yang berlebihan dan minat sosial yang kurang berkembang. Jadi tujuan utama psikoterapinya adalah meningkatkan keberanian, mengurangi perasaan inferior, dan mendorong berkembangnya minat sosial. Tugas ini tidak mudah karena klien kurang berjuang untuk mempertahankan keadaannya sekarang, yang dipandangnya menyenangkan. Menurutnya, sikap hangat dan melayani dari terapis mendorong klien untuk mengembangkan minat sosial di tiga masalah kehidupan. Cinta/seksual, persahabatan dan pekerjaan.
1.         Menggali masa lalu
Walaupun Adler percaya bahwa menggali ingatan memberi petunjuk untuk memahami gaya hidup pasiennya, dia tidak menganggap keduanya (ingatan dengan gaya hidup) mempunyai hubungan sebab akibat.
Menurut Adler ingatan masa lalu seseorang selalu konsisten dengan gaya hidup orang itu sekarang, dan pandangan subjektif orang itu terhadap pengalaman masa lalunya menjadi petunjuk untuk memahami tujuan final dan gaya hidupnya. Pengalaman masa lalu tidak menentukan gaya hidup sekarang, tetapi gaya hidup sekaranglah yang membentuk ingatan masa lalu. Jadi kalau gaya hidup sekarang dapat diubah, model peristiwa masa lalu yang di ingatkan pun akan berubah pula.
2.         Mimpi
Bagi Adler mimpi adalah usaha dari ketidaksadaran untuk menciptakan suasana hati atau keadaan emosional sesudah bangun nanti, yang bisa memaksa si pemimpi melakukan kegiatan yang semula tidak dikerjakan. Adler memandang mimpi sekedar alat untuk mencapai tujuan, suatu paertahanan emosional yang membuat orang menghidupkan apa yang ada di dalam pikirannya. Ketika pemimpi tidak memiliki alasan saklar dan logis mengenai suatu kegiatan, mereka menciptakan mimpi yang akan menghilangkan perasaan-perasaan mengenai kegiatan yang tidak ada alasan logisnya itu, mendorong tingkah laku yang semula dilakukan dengan ragu-ragu.
2.14          KEKURANGAN DAN KELEBIHAN ADLERIAN THERAPY
1.                  Kelebihan
Pendekatan adler memberi para praktisi kebebasan yang besar untuk menangani klien. Tidak harus mengikuti prosedur yang khas, melainkan menggunakan perkiraan linik mereka dalam hal pengaplikasian beraneka ragam teknik yang mereka kira paling cocok untuk klien tertetu.
2.                  Kekurangan
a.       Bukan Memprioritaskan praktek dan mengajar, bukan mengorganisir serta menyajikan teori terdefinisi baik dan sistematik. Oleh karena itu gaya penulisannya sering kali susah diikuti.
b.      Banyak formulasi dari adler dipaparkan sedemikian rupa hingga hipotesis dasarnya susah untuk divalidkan secara empiric.
c.       Beberapa dari konsep dasar teori bersifat global dan susah untuk didefiisikan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Psikologi individual mempunyai arti yang penting sebagai cara untuk memehami tingkah laku manusia. Pengertian seperti gambar semu, rasa rendah diri, kompensasi, gaya hidup, diri yang kreatif memberi pedoman penting untuk memahami sesama manusia. Aliran ini tidak memberikan susunan yang teliti mengenai struktur dinamika, serta perkembangan kepribadian, tetapi mementingkan perumusan untuk memahami sesama manusia.
Menurut Adler manusia tidak dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian, manusia sebagai suatu keseluruhan, dan sebagai suatu kesatuan yang unik. Adler mengemukakan bahwa motif utama yang merupakan dorongan hidup adalah superioritas dan kekuatan.
Bagi Adler, manusia itu lahir dalam keadaan tubuh yang lemah, tak berdaya. Kondisi ketidakberdayaan itu menimbulkan ketergantungan kepada orang lain.
Psikologi individual berasumsi bahwa orang di motivasi oleh factor sosialnya: bertanggung jawab atas perasaan, gagasan, dan perbuatan mereka sendiri,pencipta hidup mereka sendiri, sebagai lawan dari korban tak berdaya, dan dipaksa oleh tujuan dan sasaran, lebih banyak memandang ke masa depan dan bukan masa lalu.






DAFTAR PUSTAKA
Alwisol. Psikologi Kepribadian. Revisi kesepuluh. Malang. UMM Press
Asti. 2012. Adlerian Theory Counseling. (online), http://13nixa3asti2.blogspot.com/2012/08/adlerian-theory-counseling.html (diakses 24 November  2013, pukul 11. 23)
http://enamkonselor.files.wordpress.com/2012/05/adler.pdf (diakses 16 November 2013, pukul 18.58)
http://missndaa.blogspot.com/2012/04/terapi-adlerian.html (diakses 16 November 2013, pukul 19.51)
Konsikum. 2011. Konseling Adlerian. (online), http://konsikum.wordpress.com/2011/05/01/konseling-adlerian/
Suryabrata, Sumadi. 2005. Psikologi Kepribadian. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada
Willis, Sofyan S. 2011. Konseling Individual, teori dan praktek. Bandung. Alfabeta, cv
Winkel, W.S dan M.M. Sri hastuti. 2004. BIMBINGAN DAN KONSELING DI INSTITUSI PENDIDIKAN. Yogyakarta. Media Abadi