BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
| Adlerian |
Psikoanalisis dan psikologi analitis sangat dipengaruhi oleh
pandangan positivistic yang mendasari fisika dan biologi pada abad ke-19.
Manusia dipikirkan sebagai system kompleks energy yang memelihara diri dengan
berhubungan dengan dunia luar, dengan tujuan mempertahankan diri dan jenis
menurut hokum evolusi. Disamping pikiran diatas, pikiran lain yang dipengaruhi
oleh sosiologi dan antropologi yang sedang berkembang pesat pada masa itu.
Menurut ilmu-ilmu social, manusia adalah makhluk social dari pada mkhluk
biologis.
Sedikit demi sedikit pandangan ini masuk dalam psikologi dan
mulai mendewasakan psikologi, yang akhirnya mempengaruhi pula teori
kepribadian. Salah satu teori kepribadian yang memakai cara pendekatan psikologi
social adalah Individual Psychologie yang didirikan oleh Alfred Adler.
Psikologi
individual mempunyai arti yang penting sebagai cara untuk memehami tingkah laku
manusia. Pengertian seperti gambar semu, rasa rendah diri, kompensasi, gaya
hidup, diri yang kreatif memberi pedoman penting untuk memahami sesama manusia.
Aliran ini tidak memberikan susunan yang teliti mengenai struktur dinamika,
serta perkembangan kepribadian, tetapi mementingkan perumusan untuk memahami
sesama manusia.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun
beberapa permasalahan yang akan di bahas dalam makalah ini, antara lain:
1. Jelaskan tentang bografi Alfred Adler?
2. Bagaimana perkembangan teori Adlerian
Therapy?
3. Bagaimana hakekat manusia menurut teori
Adlerian Therapy?
4. Apa saja konsep pokok dalam teori Adlerian
Therapy?
5. Bagaimana urut-urutan kelahiran dan
hubungan adik kakak menurut teori Adlerian Therapy?
6. Sebutkan
karakteristik dasar konseling menurut teori Adlerian Therapy?
7. Bagaimana peranan konselor dan konseli
menurut teori Adlerian Therapy?
8. Bagaimana hubungan konselor dan konseli
menurut teori Adlerian Therapy?
9. Apa tujuan Adlerian Therapy?
10. Bagaimana teknik teori Adlerian Therapy?
11. Jelaskan
proses konseling teori Adlerian Therapy?
12. Bagaimana pengaplikasian teori Adlerian
Therapy?
13. Bagaimana psikoterapi teori Adlerian
Therapy?
14. Apa saja kekurangan dan kelebihan teori
Adlerian Therapy?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Sebagaimana
yang telah dirumuskan di atas dalam rumusan masalah, maka tujuan penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui perkembangan teori Adlerian
Therapy.
2. Untuk mengetahui hakekat manusia menurut
teori Adlerian Therapy.
3. Untuk mengetahui konsep-konsep pokok
dalam teori Adlerian Therapy.
4. Untuk mengetahui urut-urutan kelahiran
dan hubungan adik kakak menurut teori Adlerian Therapy.
5. Untuk mengetahui karakteristik dasar
konseling menurut teori Adlerian Therapy.
6. Untuk mengetahui peranan konselor dan
konseli menurut teori Adlerian Therapy.
7. Untuk mengetahui hubungan konselor dan
konseli menurut teori Adlerian Therapy.
8. Untuk mengetahui tujuan Adlerian
Therapy.
9. Untuk mengetahui teknik teori Adlerian
Therapy.
10. Untuk mengetahui proses konseling teori
Adlerian Therapy.
11. Untuk mengetahui pengaplikasian teori
Adlerian Therapy.
12. Untuk mengetahui psikoterapi teori
Adlerian Therapy.
13. Untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan teori Adlerian Therapy.
1.4 MANFAAT PENULISAN
Adapun
manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan makalah ini, sebagai berikut:
1.
Setelah
makalah ini disusun, diharapkan dapat bermanfaat nantinya dan juga digunakan
sebagai masukan oleh dosen dan juga mahasiswa.
2.
Agar
dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang teori konseling behavioral.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 BIOGRAFI
Alfred adler lahir di
pinggiran Wina pada tanggal 7 februari 1870 sebagai anak ke tiga dari seseorang
pengusaha yahudi, sewaktu kecil, Alfred adler sering sakit-sakitan sehingga ia
baru bisa berjalan pada usia empat tahun. Ketika berusia lima tahun, dia nyaris
tewas akibat pneumonia. Pada usia inilah dia memutuskan untukjadi seorang
fisikawan.
Saat sekolah Alfred adler adalah
seorang anak dengan kemampuan rata-rata dan menyenangi permainan diluar ruangan
dari pada berdiam diri diruang kelas. Dia sering keluar rumah, dikenal luas
teman-temannya dan aktif. Salah satu penyebab dia terkenal diantara
teman-temannya adalah karena dia ingin menyaingi kakaknya, Sigmund.
Adler menerima ijasah
kedokteran dari Universitas of Vienna pada tahun 1895. selama kuliah, dia
bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa sosialis, dan disinilah dia berkenalan
dengan gadis yang kelak jadi istrinya, Raissa Timofeyewna Epstein. Raissa
adalah seorang gadis pintar dan aktivis social yang dating dari Rusia untuk
belajar di Wina. Mereka menikah pada tahun 1987 dan di karuniai empat orang
anak, 2 diantaranya kemudian menjadi psikiatris.
2.2 PERKEMBANGAN TEORI
Adler memulai karirnya sebagai seorang optomologis, tetapi
kemudian beralih pada praktik umum biasa dan membuka praktek bagi masyarakat
bawah di wina, tepatya di dekat prader sebuah tempat percampuran antara teman
bermain dan sirkus. Para klienya termasuk anggota kelompok sirkus. Kekuatan dan
kelemahan anggota sirkus inilah yang membuatya bisa menyetuskan konsep tentang
inferioritas organ dan konpensansi.
Adler kemudian beralih pada psikiatri dan pada tahun 1907 dia
bergabung pada kelompok diskusi freud. Setelah menulis beberapa makalah tentang
inferioritas organic, yang sedikit sejalan dengan pendapat freud, maka untuk
pertama kalinya dia menulis makalah tentang insting perusak yang tidak di
sepakati Freud secara metaforis, bukan secara harfiah sebagaimana yang
dimangsut Freud. Walaupun freud mengangkat Adler sebagai presiden Viennese
Analytic Society dan ko-editor pada penerbit berkala organisasi ini, Adler
tetap mengkritik pandangan Freud.
Selama perang Dunia I, Alfred Adler bertugas sebagai fisikawan
dalam Angkatan Bersenjata Australi, yang tugas awalnya berada digaris depan
yang berbatasan dengan Rusia dan kemudian di rumah sakit anak-anak. Dia dia
telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri seperti apa akibat buruk
peperangan, dan inilah dan membawa pemikiranya kearah konsep kepentingan
social. Dia berpendapat bahwa kala kemanusiaan masih ingn dipertahankan,
manusia harus mengubah cara hidupnya.
Setelah perang usai, Alfred Adler terlibat dalam berbagai peroyek,
termasuk klinik-klinik yang didiriokan di sekolah-sekolah negri dan melatih
para guiru. Tahun 1926, dia pergi ke Amerika serikat untuk mengajar dan
menerima jabatan sebagai professor tamu di Long Island Colleg of Medicine. Tahu
1934, dia dan keluarganya meninggalkan Wina untuk selama-lamanya.
Alfred Adler pada mulanya adalah seorang anggota psikoanalisis
lalu memisahkan diri dari Freud, karena tidak setuju dengan konsep
psikoanalisis, Adler membentuk aliran baru yang dinamakan individual psychology
sebagai suatu system yang komparatif dalam memahami individu dalam kaitannya
dengan lingkungan sosial. Adler tidak setuju dengan konsep dorongan seks
sebagai satu-satunya dorongan yang utama dalam kehidupan manusia.
Perbedaan prinsip Adler
dengan Freud yaitu:
1. Freud memandang kehidupan yang sehat
adalah kemampuan mencintai dan berkarya.bagi adler masalah hidup bersifat
sosial.fungsi hidup sehat bukan hanya mencintai dan berkarya.tetapi jega
merasakan kebersamaan dengan orang lain dan mempedulikan kesejahteraan meraka.Freud mementingkan sex,Jung menekankan pola
pemikiran primordial sedangkan Adler menekankan minat sosial.
2. Freud memandang kepribadian sebagai
proses biologi mekanistik sedang Adler termasuk pelopor ego kreatif.Ego adalah
sistem subjektif yang sangat dipersonifikasikan,yang menginterpetasikan dan
membuat pengalaman organisme menjadi penuh makna.ego juga aktif mencari dan
menciptakan pengalaman baru untuk membantu pemenuhan gaya hidup pribadi yang
unik.
3. Adler menekankan adanya keunikan
pribadi.setiap pribadi merupakan konfigurasi unik dari motif-motif,sifat,minat,dan
nilai-nilai,setiap perbuatan dilakukan secara khas gaya hidup orang itu.
4. Adler memandang kesadaran sebagai pusat
kepribadian,bukan ketidaksadaran.
5. Adler keras berpendapat bahwa semua
kehidupan selalu bergerak.
Bagi Adler,manusia itu lahir dalam keadaan tubuh
yang lemah dan tak berdaya kedua itu yang menimbulkan perasaan inferiorita dan
ketergantungan kepada orang lain. Psikologi individual memandang individu
sebagai makhluk sosial.
2.3 HAKIKAT MANUSIA ADLERIAN THERAPY
Menurut
Adler manusia tidak dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian, manusia sebagai
suatu keseluruhan, dan sebagai suatu kesatuan yang unik. Adler mengemukakan
bahwa motif utama yang merupakan dorongan hidup adalah superioritas dan
kekuatan. Adler melihat bahwa kejantanan (masculine) adalah identik dengan
superioritas sedangkan kewanitaan (feminin) adalah interioritas. Sesuai dengan
dorongannya untuk hidup maka baik pria maupun wanita menuju superioritas.
Alasan utamanya karena manusia pada saat dilahirkan dalam keadaan interioritas
dalam keadaan lemah, perlu bantuan orang lain dan hidupnya tergantung pada
orang di sekitarnya. Adler juga melihat adanya pengaruh situasi keluarga
terhadap perkembangan pribadi seorang anak, antara lain urutan dalam kelahiran,
anak tunggal, anak bungsu, mempunyai kepribadian yang khas. Demikian pula iklim
keluarga mempengaruhi kepribadian seseorang. Pada usia yang sangat dini (4 atau
5) tahun menurut Adler anak sudah membentuk pedoman untuk hidup (life style)
yang relatif tetap.
Menurut
Adler masalah hidup selalu bersifat sosial. Fungsi hidup sehat bukan hanya
mencintai dan berkarya tetapi juga merasakan kebersamaan dengan orang lain dan
memperdulikan kesejahteraan mereka. Manusia dimotivasi oleh dorongan sosial,
bukan dorongan seksual. Cara orang memuaskan kebutuhan seksual ditentukan oleh
gaya hidupnya, bukan sebaliknya dorongan seks yang mengatur tingkah laku.
Dorongan sosial adalah sesuatu yang di bawa sejak lahir, meskipun kekhususan
hubungan hubungan dengan orang dan pranata sosial ditentukan oleh pengalaman
bergaul dengan masyarakat.
Bagi
Adler, manusia itu lahir dalam keadaan tubuh yang lemah, tak berdaya. Kondisi
ketidakberdayaan itu menimbulkan ketergantungan kepada orang lain. Psikologi
individual memandang individu sebagai makhluk yang saling tergantung secara
sosial. Perasaan bersatu dengan orang lain (interes sosial) ada sejak manusia
dilahirkan dan menjadi syarat utama kesehatan jiwa.
Rincian pokok teori Adler mencakup
enam hal berikut:
1. Satu-satunya
kekuatan dinamik yang melatar belakangi aktivitas manusia adalah perjuangan
untuk sukses.
2. Persepsi
subyektif individu membentuk tingkah laku dan kepribadian.
3. Semua
fenomena psikologis disatukan di dalam diri individu dalam bentuk self.
4. Manfaat
dari aktivitas manusia harus dilihat dari sudut pandang interes sosial.
5. Semua
potensi manusia di kembangkan sesuai dengan gaya hidup.
6. Gaya
hidup dikembangkan melalui kekuatan kreatif individu.
2.4 KONSEP
ADLERIAN THERAPY
Dalam terapi ini perhatian utama
diberikan pada kebutuhan seseorang untuk menempatkan diri dalam kelompok
sosialnya. Ketiga konsep pokok dalam terapi ini adalah rasa rendah diri(inferiority feeling), usaha untuk
mencapai keunggulan (strivng for
superiority), dan gaya hidup perseorangan (a person’s lifestyle).
2.5 URUTAN-URUTAN KELAHIRAN DAN HUBUNGAN
ADIK KAKAK
Pendekatan
Adler adalah unik dalam hal memberikan perhatian khusus kepada hubungan adik
kakak dan posisi seseorang dalam satu keluarga. Adler mengidentifikasi lima
posisi psikologis: sulung, kedua dari orang anak, di tengah, bungsu, dan anak
tunggal. Adler memandang sebagian besar problem manusia itu bersifat social,
maka mereka memberi tekanan pada hubungan antar keluarga.
1.
Anak
sulung, biasanya mendapat perhatian besar dan selama beberapa saat dia menjadi
anak tunggal, dia dimanjakan sebagai pusat perhatian. Dia cenderung ubtuk bisa
dipercaya dan pekerja keras dan berusaha untuk bisa tetap didepan. Namun,
apabila lahir adik lak-laki atau perempuan, dia merasa dirinya tercampak keluar
dari pusat perhatian. Dia tidak lagi unik atau istimewa. Dia mungkin siap
berfikir si pendatang baru akan merebut cinta kasih yang selama ini dia sudah
terbiasa mendapatkannya.
2.
Anak
kedua ada pada posisi berbeda. Dari saat dilahirkan, perhatian yang diterima
sama-sama dinikmati dengan anak lain. Biasanya anak kedua berlaku seperti ia
selalu berlomba adu cepat dan selalu dalam kancah latihan untuk bisa lebih
cepat dari kakaknya. Perjuangan yang kompetitif antara kedua anak ini memberi
pengaruh pada kehidupan di kemudian hari. Anak kedua ini, mengembangkan sifat untuk
mencari kelemahan kakaknya selanjutnya untuk maju dan mendapat pujian dari ayah
bunda dan guru dengan mendapatkan sukses yang tidak bisa dipercayai oleh
kakanya. Anak kedua biasanya berlawanan dengan anak pertama.
3.
Anak
di tengah sering merasa disingkirkan. Dia ada kemungkinan merasa yakin tentamg
ketidakadilan hidup ini dan merasa dicurigai. Orang ini bisa mengambil sikap
kasihan pada diri sendiri dan bisa menjadi “problem child”.
4.
Anak
bungsu selalu menjadi buah hati keluarga dan cenderung menjadi anak yang paling
dimanja. Ia memiliki peranan istimewa karena semua saudara-saudaranya telah
mendahuluinya. Anak bungsu cenderung untuk mengembangkan sikap yang membuatnya
seperti yang lain akan membangun hidupnya seperi dirinya. Anak bungsu cenderung
untuk mengambil jalan sendiri. Mereka sering mengembangkan cara yang tidak
terpikirkan oleh keluarganya.
5.
Anak
tunggal memiliki problema sendiri. Dia memiliki beberapa sifat seperti anak
sulung. Dia tidak belajar berbagai rasa atau bekerjasama dengan anak-anak lain
tetapi ia belajar bergaul dengan baik dengan orang dewasa. Anak tunggal
biasanya dimanjakan oleh ibunya. Dan selalu ingin ada pusat perhatian apabila
kedudukan itu mendapat tantangan maka ia mersakan sebagai ketidak adilan. Pada
usia dewasa nantia apbila dia tidak lagi menjadi pusat perhatian dia cenderung
untuk menemui banyak kesulitan.
2.6 KARAKTERISTIK DASAR KONSELING ADLERIAN
THERAPY
Pokok-pokok teori Adler adalah:
1. Finalisme
fiktif
Adler
menemukan ide bahwa manusia lebih dimotivasi oleh harapan-harapannya tentang
masa depan dari pada pengalaman-pengalaman masa lampaunya. Tujuan-tujuan ini
tidak ada dimasa depan sebagai bagian dari rancangan telelogis, melainkan hadir
secara subjektif atau secara mental disini dan dalam bentuk
perjuangan-perjuangan secara cita-cita yang mempengaruhi tingkahlaku sekarang.
Tujuan
final dapat berupa fiksi, yakni suatu cerita-cerita yang tidak mungkin
direalisasikan, kendatipun demikian merupakan pelecut yang sungguh-sungguh
nyata kea rah perjuangan manusia dan penjelasan terakhir tentang perilaku.
2. Individualitas
sebagai pokok persoalan
Setiap
orang adalah suatu konfigurasi motif-motif, sifat-sifat serta nilai-nilai yang
khas, tiap tindak yang dilakukan seseorang membawakan corak khas gaya kehidupan
yang bersifat individual.
3. Pandangan
Telelogis : Finalisme semu
Bahwa
manusia hidup dengan berbagai macam cita-cita atau fikiran yang semata-mata
bersifat semu, yang tidak ada buktinya atau pasangannya dalam realitas.
4. Dua
Dorongan Pokok
Dalam diri manusia terdapat dua dorongan pokok, yang
mendorong serta melatar belakangi segala tingkah lakunya, yaitu:
a. dorongan
kemasyarakatan yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada masyarakat
b. dorongan
keakuan, yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada aku sendiri.
5. Rasa
Rendah diri dan Kompensasi
6. Dorongan
Kemasyarakatan
Misalnya berwujud kapercisi, hubungan sosial, hubungan antar
pribadi, mangikat diri dengan kelompok, dsb. Dorongan kemasyarakatan bermanfaat
membantu masyarakat guna mendapat tujuan masyarakat yang sempurna.
7. Perilaku
sebagai yang memiliki tujuan yang berorientasi pada sasaran
Psikologi individual berasumsi bahwa semua perilaku manusia
itu memiliki maksud. Adler tertarik pada masa depan, tanpa mengecilkan arti
pentingnya pengaruh masa lampau. Mereka berasumsi bahwa keputusan itu
didasarkan pada pengalaman orang dimasa lampau, pada situasi masa kini dan pada
arah kemana orang mau pergi. Mereka mencari kesinambungan dengan jalan
memperhatikan tema-tema yang berlaku dalam kehidupan seseorang. Oleh karena
adanya tujuan akhir ini kita mempunyai kekuatan kreatif untuk memilih apa yang
akan menginterpretasi suatu peristiwa
8. Perjuangan
untuk menjadi penting dan superiorita
Adler menekankan bahwa perjuangan untuk mendapatkan
kesempurnaan dan menangani inferioritas dengan jelas mendapatkan penguasaan
adalah sifat bawaan. Menurut Adler, saat kita mengalami inferioritas, kita
didorong untuk berjuang mendapatkan superioritas. Dia berkeyakinan bahwa,
tujuan mendapatkan sukses mendorong orang kedepan menuju ke penguasaan dan
menyebabkan orang itu mampu mengatasi hambatan. Namun, perlu dicatat bahwa
superioritas seperti yang digunakan Adler, bukanlah berarti lebih tinggi dari
potensi yang dimiliki sebelumnya. Superioritas adalah perjuangan dari derajat
yang rendah ke yang lebih tinggi atau dari yang minus ke yang plus. Kita
mengatasi perasaan ketidakberdayaan ke perjuangan untuk mendapatkan kompetensi,
penguasaan dan kesempurnaan.
9. Gaya
hidup (style of life)
Adalah cara unik dari setiap orang dalam berjuang mencapai
tujuan khusus yang telah di tentukan orang itu dalam kehidupan tertentu di mana
dia berada. Gaya hidup tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intrinsik dan
lingkungan obyektif, tetapi dibentuk oleh anak melalui pengamatannya dan
interpretasinya terhadap keduanya.
10. Diri
yang kreatif
Diri
yang kreatif adalah kekuatan ketiga penggerak utama yang paling menentukan
perilaku yang membawahi dua kekuatan (kekuatan pertama : heredity, dan kekuatan
kedua: lingkungan).
Adler percaya bahwa apa yang terjadi pada diri seseorang
individu di masa dewasa sangat dipengaruhi oleh enam tahun pertama kehidupan.
Fokus Adler tidaklah sekedar pada menggali peristiwa di masa lalu, melainkan ia
tertarik pada persepsi seseorang pada masa lalu dan bagaimana interpretasinya
pada masa lalu itu memiliki pengaruh yang berkelanjutan. Adler memberikan
tekanan pada penentuan suatu pilihan dan pertanggungjawaban, makna hidup, dan
perjuangan untuk mencapai sukses atau kesempurnaan. Menurutnya manusia tidaklah
sekedar ditentukan oleh keturunan dan lingkungan, melainkan oleh kemampuan
mereka untuk mempengaruhi serta menciptakan peristiwa.
Adler berpendapat, setiap orang memiliki kekuatan untuk
bebas menciptakan gaya hidupnya sendiri-sendiri. Kekuatan diri kreatif itu
membuat setiap manusia menjadi manusia bebas bergerak menuju tujuan terarah.
2.7 PERANAN KONSELOR DAN KONSELI
Fungsi utama dari
terapis adalah membuat penilaian yang komprehensif pada berfungsinya klien.
Terapis mengumpulkan informasi tentang keluarga klien. Dari informasi ini terapis bisa
mendapatkan perspektif mengenai wilayah utama dari sukses serta kegagalan.
Konselor menggunakan kenang-kenangan pada masa dini sebagai alat diagnosis.
Kenang-kenangan adalah yang berupa peristiwa tunggal dimasa anak-anak yang bisa
kita alami kembali. Kenang-kenangan ini memberikan gambaran singkat tentang
bagaimana kita melihat pada diri kita sendiri dan orang lain dan apa yang kita
antisipasikan di masa depan. Setelah kenang-kenangan masa dini ini dirangkum
dan diintepretasikan maka terapi pun mengidentifikasi beberapa dari sukses dan
kekeliruan dalam hidup si klien. Tujuannya adalah untuk menyediakan titik tolak
dalam usaha-usaha terapeutik.
Dengan cara perangkuman, dalam hal pembuatan penilaian
diagnosis, maka terapis mengambil saripati pola utama yang nampak dalam
kuesioner tentang gambaran kepribadian dasar klien. Setelah itu dengan jalan
menginterpretasi kenang-kenangan dini merekapun memperoleh arti tentang
pandangan hidup si klien sekarang. Aspek-aspek yang keliru dalam tujuan hidup
klien di identifikasikan dengan membandingkan apa yang di yakini sekarang dan
kerangka konsep interes sosial. Setelah proses itu selesai konselor dan
kliennya memiliki sasaran terapi.
2.8 HUBUNGAN
KONSELOR DAN KONSELI
Aliran Adler menganggap hubungan baik antara klien/terapis
itu adalah yang keduanya berkedudukan sederajat yang didasari pada kerjasama,
saling percaya, saling menghormati, saling menjaga rahasia, dan keselarasan
sasaran. Klien tidak dipandang sebagai penerima yang pasif melainkan anggota
dari kelompok yang aktif dalam hubungannya dengan kelompok lain yang sederajat
dimana tidak ada pihak yang berkedudukan lebih tinggi dan rendah. Adler
menekankan pada hubungan face to face contact antara konselor dan klien. Adler
menekankan hubungan antara faktor-faktor minat sosial dan faktor life style
yang perlu dijadikan dasar dari terapi yang dilaksanakan. Proses terapi pada
dasarnya adalah membantu klien agar sadar akan life style mereka yang unik.
Hubungan Pertolongan meliputi:
1. Membentuk
dan memelihara hubungan yang baik dengan klien
2. Mengumpulkan
data mengenai klien, agar mengetahui konsep style of life klien. Data tersebut
yang berhubungan dengan pembentukan style of life pada usia muda, situasi
keluarga, dan bagaimana klien mengekspresikan pengalaman-pengalaman tersebut
sekarang, bagaimana hubungan kakak/adik kandung, demikian juga tentang
mimpi-mimpinya.
3. Interpretasi,
pengertian tentang style life klien diberitahukan kepada klien. Konselor
mendengarkan reaksi klien.
4. Rekonstruksi
aktif, konselor mengarahkan klien secara aktif terhadap alternatif-alternatif
pemecahan mengenai masalah dirinya dan lingkungannya. Penyembuhan disebabkan
oleh gambaran yang matang tentang dunianya.
5. Dalam
hubungan yang face to face relation, dialog diusahakan suatu reedukasi
(pendidikan kembali), proses sosialisasi seorang individu dan memperbaiki
kepercayaan klien terhadap dirinya sendiri.
2.9 TUJUAN KONSELING ADLERIAN THERAPY
Tujuan
konseling Adler meliputi:
1. Mendorong adanya interes social
2. Menolong klien mengatasi perasaan patah
semangat dan rendah diri
3. Memodifikasi pandangan klien pada
sasaran, yaitu dengan mengubah gaya hidup mereka
4. Mengubah motivasi yang keliru
5. Membantu klien merasakan kesamaan
derajat dengan orang lain
6. Membantu orang menjadi anggota
masyarakat yang ikut memberikan sumbangan
7. Klien
harus mencapat insight tentang kesalahan style of life mereka, menghadapi
makanisme superioritas mereka dan memperbaiki minat social
2.10
TEKNIK
KONSELING ADLERIAN THERAPY
1. Tindakan
langsung.
Tindakan penanganan terhadap apa
yang terjadi pada sesi konseling berlangsung.
2. Niat
paradoksal.
Suatu cara untuk merubah perilaku.
Esensinya bahwa teknik ini menggabungkan diri dengan menentang konseli dan
bukan melawannya. Teknik ini bersifat empati, pembangkit semangat dan humor
serta menjurus ke minat social yang semakin meningkat. Adler menggunakan
strategi paradoksal untuk menangani insomnia dan ketegangan.
3. Berandai-andai
Terapis dapat menciptakan situasi
bermain dimana klien membayangkan dan melakukan sesuatu yang ingin mereka
lakukan. Mereka bisa di dorong semangatnya untuk memerankan apa yang ada di
angan-angannya paling tidak selama seminggu, hanya untuk mengetahui apa yang
akan terjadi.
4. Menuang
tuba ke dalam mangkuk susu klien
Konselor menentukan usaha dan
imbalan dari suatu perilaku untuk kemudian memorak morandakan dengan jalan
mengurangi kemanfaatan perilaku itu di depan mata konseli.
5. Menangkap
diri sendiri
Dalam proses menangkap diri sendiri,
konseli menjadi sadar bahwa ia berperilaku menghancurkan diri sendiri atau
memiliki gagasan yang tradisional tetapi tidak mlakukan usaha menyalahkan
dirinya sendiri. Mula-mula konseli mungkin terhambat menangkap dirinya sendiri,
yaitu setelah terbelit oleh pola lama. Melalui latihan, mereka bisa belajar
mengantisipasi peristiwa sebelum itu terjadi.
6. Menekan
tombol
Teknik tekan tombol mencakup menyuruh
konseli membanyangkan pengalaman yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan
secara bergantian, keudian menaruh perhatian pada perasaan yang menyertai
pengalaman itu. Konseli diminta untuk memutar kembali peristiwa yang terakhir
dan menambahkannya dengan perasaan yang diciptakan sebagai hasil akhir dari
suatu pemikiran. Konselor menyuruh konseli untuk kembali pulang dengan bekal
dua buah tombol (tombol depresi dan tombol bahagia) dan konseli bisa memilih
mana yang akan di tekan kalau nanti menemui suatu peristiwa. Tujuan teknik ini
adalah mengajar konseli bahwa sesungguhnya ia bisa menciptakan perasaan apapun
yang diinginkan dengan jalan menetapkannya dalam pikirannya.
7. Tidak
mau menjadi anak cengeng
Konseli
pergi ke kegiatan konseling dengan berbekalkan pola menaklukkan diri sendiri
yang dilakukan nya sehari-hari. Mereka mungkin terkait suatu asumsi yang keliru
karena prasangka seperti itu memang ada akibatnya. Mereka akan beranggapan
bahwa hanya konselor yang peduli dengannya dan bisa menolongnya. Asumsi seperti
itu harus dihilangkan, karena peran seorang konselor adalah memandirikan
konseli.
8. Menyediakan
tugas dan komitmen
Dalam pengambilan langkah kongkrit
untuk menyelesaikan problema, konseli perlu menyediakan tugas dan berkomitmen
dengan tugas tugas itu. Rencanapun harus disusun untuk jangka waktu yang tak
terbatas. Dengan jalan ini, konseli bisa berhasil dalam melakukan beberapa
tugas yang spesifik dan mereka bisa menembangkan rencana baru dengan penuh
percaya diri.
9. mengakhiri
dan merangkum
Konselor tidak boleh mengambila
materi baru pada suatu sesi menjelang berakhir, melainkan, konselor menolong
konseli untuk mengkaji ulang apa yang telah dipelajari. Kaji ulang itu
merupakan waktu yang tepat untuk mendiskusikan “pekerjaan rumah” yang
berorientasi pada perbuatan yang bisa dilakuakn dalam seminggu.
2.11
PROSES
KONSELING ADLERIAN THERAPY
Proses konseling terapi Adlerian dapan
dilakukan sebagai berikut:
1.
Konselor
mengumpulkan informasi tentang kehidupan konseli dimasa sekarang dan dimasa
lampau sejak berusia sangat muda, antara lain berbagai peristiwa dimasa kecil
yang masih diingat, urtan kelahiran dalam keluarga, impian-impian dan keanehan
dalam perilaku.
2.
Dari
semua informasi, konselor menggali perasaan rendah diri pada konseli yang
bertahan sampai sekarang dan menemukan segala usahanya untu menutupi
perasaannya itu melalui suatu bentuk kompensasi, sehingga mulai tampak gaya
hidup perseorangan.
3.
Konselor
membantu konseli untuk mengembangkan tujuan-tujuan yang lebih membahagiakan
bagi konsei dan merancang suatu gaya hidup yang lebih konstruktif.
2.12
APLIKASI
ADLERIAN THERAPY
1.
Aplikasi
pada pendidikan
Adler
ada minat yang mendalam pada pengetrapan gagasannya pada pendidikan, terutama
dalam mencari jalan untuk mengobati gaya hidup yang keliru dari pelajar. Dia
memulai suatu proses untuk bekerja dengan siswa dalam kelompok dan untuk
mendidik orang tua dan guru. Dengan membekali guru dengan cara-cara untuk
mencegah dan membetulkan kesalahan dasar dari anak-anak, ia mencari untuk
mempromosikan minat sosial dan kesehatan mental pada anak-anak, ia mencari dan
mempromosikan minat sosial dan kesehatan mental pada anak-anak. Di sekolah,
program akademik anak-anak diindividualisasikan dengan siswa diberi peluang
untuk memilih bidang studi mereka. Kurikulum terdiri dari program akademik
tradisional, program sosialisasi dan program kreatif.
2.
Aplikasi
pada orang tua
Orang tua diajarkan tentang prinsip dasar tentang perilaku
dari Adler yang bisa dipraktekkan di rumah. Topik permulaan mencakup pemahaman
tentang tujuan dari kenakalan anak-anak, belajar mendengarkan, menolong
anak-anak agar bisa menerima konsekuensi dari perilakunya, mengadakan pertemuan
keluarga dan menggunakan dorongan semangat.
3.
Aplikasi
pada konseling perkawinan
Terapi
perkawinan aliran Adler dirancang untuk menilai apa yang dipercayai oleh
pasangan suami istri dan perilakunya bersamaan dengan mendidik mereka dengan
cara yang efektif untuk bisa mencapai sasaran mereka.
Beberapa butir dari teknik ini adalah mendengarkan,
menceritakan kembali, memberikan umpan balik, mengadakan musyawarah,
mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam konseling perkawinan dan pendidikan
perkawinan pasangan di ajar teknik yang spesifik yang dapat memacu komunikasi
dan kerjasama.
4. Aplikasi pada konseling keluarga
Suasana dalam keluarga adalah iklim yang mewarnai hubungan
antara orang tua dan sikap mereka terhadap hidup, peran seks, kerja sama,
menangani konflik, pertanggungjawab. Mereka yang mempraktekkan terapi keluarga
aliran Adler berusaha untuk memahami sasaran, keyakinan, dan perilaku setiap
anggota keluarga sebagai suatu kesatuan sesuai dengan haknya.
5.
Aplikasi
pada tugas kelompok
Terapi kelompok dalam praktek psikiatri sebagai cara untuk
menghemat waktu. Dengan segera menemukan beberapa sifat unik dari kelompok yang
menjadikannya suatu cara yang efektif untuk menolong orang agar bisa berubah.
6.
Keadaan
keluarga
Dalam terapi Adler hampir selalu menanyai kliennya mengenai
keadaan keluarga, yakni urusan kelahiran, jenis kelamin dan usia
saudara-saudara sekandung. Bahasan mengenai keluarga dapat dijadikan
pertimbangan bagi orang tua dalam mengasuh anak-anaknya. Adler mengembangkan
teori urutan lahir, didasarkan pada keyakinannya bahwa keturunan, lingkungan
dan kreativitas individual bergabung menentukan kepribadian. Dalam sebuah
keluarga, setiap anak lahir dengan unsur genetik yang berbeda masuk ke dalam
seting sosial yang berbeda dan anak-anak itu menginterpretasi situasi dengan
cara yang berbeda. Karena itu penting untuk melihat urutan kelahiran (anak
pertama, kedua, dan seterusnya) dan perbedaan cara orang menginterpretasi
pengalamannya.
2.13
PSIKOTERAPI
Menurut Adler, psikopatologi merupakan akibat dari kurangnya
keberanian, perasaan inferior yang berlebihan dan minat sosial yang kurang
berkembang. Jadi tujuan utama psikoterapinya adalah meningkatkan keberanian,
mengurangi perasaan inferior, dan mendorong berkembangnya minat sosial. Tugas
ini tidak mudah karena klien kurang berjuang untuk mempertahankan keadaannya
sekarang, yang dipandangnya menyenangkan. Menurutnya, sikap hangat dan melayani
dari terapis mendorong klien untuk mengembangkan minat sosial di tiga masalah
kehidupan. Cinta/seksual, persahabatan dan pekerjaan.
1.
Menggali
masa lalu
Walaupun
Adler percaya bahwa menggali ingatan memberi petunjuk untuk memahami gaya hidup
pasiennya, dia tidak menganggap keduanya (ingatan dengan gaya hidup) mempunyai
hubungan sebab akibat.
Menurut
Adler ingatan masa lalu seseorang selalu konsisten dengan gaya hidup orang itu
sekarang, dan pandangan subjektif orang itu terhadap pengalaman masa lalunya
menjadi petunjuk untuk memahami tujuan final dan gaya hidupnya. Pengalaman masa
lalu tidak menentukan gaya hidup sekarang, tetapi gaya hidup sekaranglah yang
membentuk ingatan masa lalu. Jadi kalau gaya hidup sekarang dapat diubah, model
peristiwa masa lalu yang di ingatkan pun akan berubah pula.
2.
Mimpi
Bagi Adler mimpi adalah usaha dari ketidaksadaran untuk
menciptakan suasana hati atau keadaan emosional sesudah bangun nanti, yang bisa
memaksa si pemimpi melakukan kegiatan yang semula tidak dikerjakan. Adler
memandang mimpi sekedar alat untuk mencapai tujuan, suatu paertahanan emosional
yang membuat orang menghidupkan apa yang ada di dalam pikirannya. Ketika
pemimpi tidak memiliki alasan saklar dan logis mengenai suatu kegiatan, mereka
menciptakan mimpi yang akan menghilangkan perasaan-perasaan mengenai kegiatan
yang tidak ada alasan logisnya itu, mendorong tingkah laku yang semula
dilakukan dengan ragu-ragu.
2.14
KEKURANGAN
DAN KELEBIHAN ADLERIAN THERAPY
1.
Kelebihan
Pendekatan adler memberi para praktisi
kebebasan yang besar untuk menangani klien. Tidak harus mengikuti prosedur yang
khas, melainkan menggunakan perkiraan linik mereka dalam hal pengaplikasian
beraneka ragam teknik yang mereka kira paling cocok untuk klien tertetu.
2.
Kekurangan
a. Bukan Memprioritaskan praktek dan
mengajar, bukan mengorganisir serta menyajikan teori terdefinisi baik dan
sistematik. Oleh karena itu gaya penulisannya sering kali susah diikuti.
b. Banyak formulasi dari adler dipaparkan
sedemikian rupa hingga hipotesis dasarnya susah untuk divalidkan secara
empiric.
c. Beberapa dari konsep dasar teori
bersifat global dan susah untuk didefiisikan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Psikologi individual
mempunyai arti yang penting sebagai cara untuk memehami tingkah laku manusia.
Pengertian seperti gambar semu, rasa rendah diri, kompensasi, gaya hidup, diri
yang kreatif memberi pedoman penting untuk memahami sesama manusia. Aliran ini
tidak memberikan susunan yang teliti mengenai struktur dinamika, serta
perkembangan kepribadian, tetapi mementingkan perumusan untuk memahami sesama
manusia.
Menurut Adler manusia tidak dapat dibagi-bagi menjadi
bagian-bagian, manusia sebagai suatu keseluruhan, dan sebagai suatu kesatuan
yang unik. Adler mengemukakan bahwa motif utama yang merupakan dorongan hidup
adalah superioritas dan kekuatan.
Bagi Adler, manusia itu lahir dalam keadaan tubuh yang
lemah, tak berdaya. Kondisi ketidakberdayaan itu menimbulkan ketergantungan
kepada orang lain.
Psikologi individual
berasumsi bahwa orang di motivasi oleh factor sosialnya: bertanggung jawab atas
perasaan, gagasan, dan perbuatan mereka sendiri,pencipta hidup mereka sendiri,
sebagai lawan dari korban tak berdaya, dan dipaksa oleh tujuan dan sasaran,
lebih banyak memandang ke masa depan dan bukan masa lalu.
DAFTAR PUSTAKA
Alwisol. Psikologi Kepribadian. Revisi kesepuluh. Malang. UMM Press
Asti. 2012. Adlerian Theory Counseling. (online), http://13nixa3asti2.blogspot.com/2012/08/adlerian-theory-counseling.html
(diakses 24 November 2013, pukul 11. 23)
http://aynonk.blogspot.com/2012/06/makalah-alfred-adler.html
18.46 22 nov 13 (diakses 16 November 2013, pukul
18.58)
http://enamkonselor.files.wordpress.com/2012/05/adler.pdf
(diakses 16 November 2013, pukul 18.58)
http://missndaa.blogspot.com/2012/04/terapi-adlerian.html
(diakses 16 November 2013, pukul 19.51)
Konsikum. 2011. Konseling Adlerian. (online), http://konsikum.wordpress.com/2011/05/01/konseling-adlerian/
Suryabrata, Sumadi. 2005. Psikologi Kepribadian. Jakarta. PT. Raja
Grafindo Persada
Willis, Sofyan S. 2011. Konseling Individual, teori dan praktek.
Bandung. Alfabeta, cv
Winkel, W.S dan M.M. Sri hastuti. 2004. BIMBINGAN DAN KONSELING DI INSTITUSI PENDIDIKAN.
Yogyakarta. Media Abadi
0 komentar:
Posting Komentar